Di blog ini kami mencoba berbagi pengetahuan tentang Web Design, E-Marketing dan Web Development

Warna dasar website blog

Ada aturan dasar yang kita tidak bisa melanggarnya. Begitulah juga yang berlaku dalam warna.

Jika kita lihat website blog populer, biasanya blog itu menggunakan warna dasar putih. Situs-situs berita pada umumnya juga menggunakan warna dasar putih. Pada dasarnya memang untuk website blog ataupun berita, designer-designer mengatakan untuk menggunakan warna terang.

website blog divren v1

Namun kami ingin mencoba keluar dari pakem itu. Kami barusan membuat blog ini dengan warna dasar hitam, warna identik yang dipakai oleh Divren sedari awal berdiri. Sebenarnya dari dulu kami menggunakan warna itu. Namun ternyata perpaduan antara warna ini tidak nyaman di mata. Background gelap hitam dipadukan dengan font terang warna putih justru membuat mata lelah.

Untuk website company profile, perpaduan warna background hitam dengan font putih masih bisa diterima. Namun untuk blog, sulit untuk menerimanya. Blog terdiri dari banyak sekali teks yang tersusun menjadi artikel. Berbeda dengan halaman company profile, komposisi teks dan gambar masih cukup seimbang. Inilah bedanya.

Tadinya kami memaksakan warna background hitam pada blog ini karena inilah warna identitas Divren. Namun sepertinya kami telah melanggar aturan dasar dalam warna. Dan ini lebih penting. Akhirnya sekarang blog ini kami rubah warna dasarnya ke putih. Website company profile tetap pada warna hitam. Dengan perubahan ini, rasanya kami tidak kehilangan warna identitas kami.

Website blog tidak harus menggunakan warna dasar putih. Kita bisa menggunakan warna lain asalkan warna terang. Hal ini esensi, karena menyangkut kenyamanan mata. Jika pengunjung merasa tidak nyaman, maka user experience ternodai.

 

Artikel terkait : Di Awal, Tidak Ada Website yang Sempurna

Di awal, tidak ada website yang sempurna

Website yang baik, bagus, benar, atau dengan kata lain website yang sempurna adalah sebuah proses dari pra pembuatan website, perencanaan, ekskusi sampai dengan maintanance sebuah website. Satu hal yang perlu disadari, website tidak bisa sempurna di awal.

Website yang kami bangun, kami ingin sekali segera memperlihatkannya kepada orang-orang. Yang membuatnya menjadi tertunda adalah alasan bahwa website masih kurang ini dan itu. Fitur yang tidak penting sering kali menjadi pertimbangan sehingga sebuah website menjadi tertunda waktu launchingnya.

Blog Divren yang barusan kami buat, selesai hanya dalam waktu 1 minggu. Anda dapat lihat blog ini, tidak ada fitur-fitur yang membuat weblog ini menjadi kompleks sehingga website ini dapat selesai dalam waktu singkat. Kami fokus pada hal-hal yang esensi dahulu, hal yang sekunder dan tambahan diurus belakangan. Jika Anda lihat blognya Divren yang baru ini, Anda akan lihat sebuah blog yang sederhana sekali namun sangat fokus pada konten. Dan itulah esensi sebuah blog, fokus pada konten.

Blog ini tidak dilengkapi dengan widget artikel terbaru, popular post & archive post. Tidak ada banner ads maupun link ke situs-situs website lainnya. Hanya ada 1 widget, twitter update. Hal-hal itu mungkin perlu dan malahan penting, tapi itu bukan hal yang esensi. Fitur yang paling esensi adalah artikel. Blog ini dapat hidup tanpa widget-widget, tapi blog ini tidak dapat hidup tanpa artikel.

Begitu juga dengan jumlah artikel. Blog ini dimulai hanya dengan 3 artikel saja. Pada awalnya kami memutuskan untuk setidaknya ada 10 artikel baru kemudian blog dipublikasikan. Tapi kami kira hal ini kurang tepat dan terlalu lama. Desain blog sudah cukup baik, 3 artikel pun sudah cukup baik. ‘Cukup baik’ sudah cukup di awal. Kita tidak butuh sempurna di permulaan.

Conversion rate toko online turun, bagaimana meningkatkannya?

Sebuah survey oleh IMRG (Interactive Media in Retail Group) baru-baru ini mengatakan bahwa di Inggris, conversion rate menurun cukup signikan dalam 5 tahun terakhir yaitu sebesar 55%. Di tahun 2006, converstion rate rata-rata adalah 8,4%. Dan tahun ini, conversion rate turun sampai 3,8%.

Namun kabar diatas bukanlah sebuah kabar buruk, karena penurunan conversion rate diimbangi oleh kenaikan penjualan online secara signifikan. Oleh karenanya, bisnis online tetap terus bertumbuh dari tahun ke tahun.

Namun begitu, hal diatas tetap menjadi sebuah pertanyaan, “Apa alasan yang menyebabkan conversion rate turun?”. Alasan utamanya adalah konsumen semakin tertarik untuk melakukan riset kecil sebelum melakukan keputusan pembelian daripada langsung menuju ke sebuah website untuk membeli. Apalagi dengan booming sosial media, konsumen makin mudah dan senang melakukan pembandingan produk. Itulah alasan kenapa konsumen tidak langsung melakukan pembelian ketika berkunjung pada sebuah website. Dan tentu saja ini mempengaruhi conversion rate suatu website.

Namun ada beberapa opsi yang dapat Anda lakukan jika Anda berjualan online menggunakan website untuk mempertahankan dan bahkan meningkatkan secara signifikan converstion rate website Anda :

Customer Service

Layanan seperti chat, email support, telepon dan BBM (Blackberry Messenger) adalah contoh dari customer service yang sangat mempunyai nilai di mata konsumen. Masalah sebuah toko online biasanya adalah tidak adanya tempat bertanya yang jelas bagi konsumen kepada toko online yang dikunjungi.

Bantu pengunjung toko online atau website Anda untuk menemukan apa yang mereka cari. Lakukan dengan sedikit agresif namun jangan terlalu agresif sehingga terkesan memaksa. Tugas customer service adalah untuk membantu menemukan apa yang pengunjung inginkan.

Product Views

Perbaiki kualitas foto Anda. Tambahkan view-viewnya. Jika awalnya hanya foto tampak depan saja, tambahkan foto tampak samping dan belakang. Ungkapkan produk Anda dalam view foto yang lebih detail.

Label

Tunjukkan kelebihan Anda. Jika produk Anda punya garansi, tunjukkan.  Jika produk Anda sedang diskon, tunjukkan. Atau jika produk Anda memenangkan beberapa penghargaan, tunjukkan juga hal tersebut.

Buat label yang bagus dan menarik, kemudian tempatkan pada posisi yang mencolok mata.

9 Hal Dasar Mengenai Sosial Media

Tidak ada jawaban tepat dalam social media, masing-masing perusahaan berbeda dalam penggunaannya. Meskipun masing-masing titik dalam social media dapat disesuaikan pada setiap perusahaan.

Menghabiskan lebih banyak anggaran iklan konvensional pada customer service
Begitu banyak masalah bisa dihindari jika perusahaan secara proaktif memperlakukan pelanggan sebagaimana mestinya. Saat ini dalam ranah social media, word of mouth telah berjalan jauh dan berada diatas meninggalkan model percakapan fisik secara langsung, dan benar-benar dapat mempengaruhi konsumen di seluruh dunia. Dengan melengkapi produk anda dengan dukungan yang sangat baik dan pengalaman yang menyenangkan, Anda akan menciptakan pendukung merek yang akan membantu, daripada menyakiti Anda. Bayangkan jika perusahaan-perusahaan besar mengurangi beberapa iklan TV yang berbiaya sangat besar dan mereka benar-benar keluar untuk membantu pelanggan. Ini tampak seperti ‘hal yang tidak masuk akal’, tapi menjadi luar biasa saat melihat begitu banyak perusahaan yang terus memperlakukan pelanggan mereka dengan buruk, lalu mencoba untuk memperbaikinya dengan menghabiskan lebih banyak uang untuk iklan. Dalam laporan McKinsey, 67% dari penjualan konsumen secara langsung dipengaruhi oleh WOM (PDF), dan bentuk terbaik dari sebuah reputasi manajemen adalah saat manajemen tidak membutuhkan pengelolaan reputasi sama sekali. Perlakukan pelanggan Anda dengan benar, dan Anda akan melihat hasilnya di social media dan garis bawah Anda.

Menciptakan strategi social media dan bukan hanya ikut-ikutan saja
Masalah pada kebanyakan perusahaan adalah kurangnya strategi social media dan mereka terlibat karena berpikir bahwa mereka harus.Duduklah dan susun daftar target kemudian bekerjalah untuk menemukan strategi yang akan bekerja untuk mencapainya, Jangan cuma nge-tweet hanya karena Anda mendengarnya di MetroTV, jangan membuat Facebook Page karena kompetitor Anda melakukannya. Datanglah dengan daftar tujuan dan strategi untuk mencapainya. Taktik dan strategi adalah krusial dalam social media, seperti yang dikatakan Sun Tzu, “Strategi tanpa taktik adalah rute paling lambat untuk mencapai kemenangan. Taktik tanpa strategi adalah suara sebelum kekalahan”.

Pelatihan dan pendidikan pekerja
Baru-baru ini, akibat kurangnya pengetahuan para individu yang bekerja atas nama sebuah perusahaan maka terjadilah sebuah kebocoran. Kebijakan harus ditetapkan untuk memastikan bahwa para pekerja tidak melanggar persyaratan penggunaan, bertindak secara tidak tepat, memberikan informasi yang tidak akurat atau beberapa dilema lain yang akan datang. Selain itu, siapa pun yang diperbolehkan untuk berbicara atas nama perusahaan harus memiliki pemahaman tentang jejaring perusahaan, bagaimana mereka bekerja dan strategi perusahaan secara keseluruhan. Jika dilaksanakan dengan buruk, sosial media memiliki kekuatan untuk menyakiti sebuah merek, dan pengetahuan merupakan faktor fundamental yang dapat mencegah masalah ini.

Pelacakan yang lebih baik
Salah satu aspek yang paling sulit pada Social media Marketing adalah melacak percakapan yang sedang terjadi ‘secara liar’.  “Riset dan mencari solusi yang akan membantu Anda dan perusahaan Anda mencapai tujuan social media. Ada sejumlah sistem pelacakan yang baik di pasar, triknya adalah untuk test drive mereka dan melihat apa yang akan bekerja untuk Anda. Selain pelacakan ‘mention’, pelacakan kata kunci yang melebar dan menarik pelanggan yang mencari bantuan dapat menjadi bagian yang sangat menguntungkan dari Social media Marketing. Ketika mencari tools, orang-orang yang memungkinkan pengarsipan dan pengeksporan data adalah sesuatu yang dapat sangat membantu ketika Anda membuat penyebab internal dalam social media.

Luangkan waktu untuk tampilan Anda yang terbaik
Gunakan profil social media sebagai perluasan dari merek Anda dan situs web Anda. Meluangkan waktu untuk merubah background twitter Anda atau membuat tambahan tabs Facebook yang mendukung inisiatif pemasaran Anda saat ini. Hanya karena profile Anda tidak berada di situw web Anda,  itu bukan berarti bahwa Anda tidak perlu mengeluarkan uang untuk membuatnya tampil lebih bagus.

Iklankan profil social media Anda
Salah satu hal yang paling berat  untuk dijadikan pembenaran dalam internet marketing adalah menghabiskan uang tanpa dapat mengirimkan pengunjung ke web anda. Sama seperti berinvestasi dalam desain dan development profil social, Anda harus mengendalikan budget untuk iklan di situs social media juga. Sebagai contoh, halaman iklan Facebook adalah cara cepat dan mudah untuk membiarkan user tertarget mengetahui bahwa Anda berpartisipasi dalam percakapan. Meskipun Anda mungkin dapat memanfaatkan situs Anda untuk mendapatkan beberapa fans setia (lihat di atas), membelanjakan uang untuk pemaparan terhadap target audience dapat jauh lebih menguntungkan dalam jangka panjang.

Berikan orang-orang alasan untuk bergabung
“Jika Anda membuatnya, mereka akan datang” tidak bekerja pada social media, atau dunia online pada umumnya. Anda harus memberikan orang alasan untuk mengikuti Anda dan menjadi seorang fans. Apakah itu undian, breaking news, hadiah, penjualan atau perusahaan update perusahaan, Anda harus menawarkan orang sesuatu yang bermanfaat sebagai imbalan atas kesetiaan mereka
Berikan reward fans Anda sesuatu yang eksklusif
Dengan menawarkan sesuatu yang eksklusif untuk audiens social media Anda, Anda dapat “menunjukkan nilai” dan membuat mereka merasa senang dengan mengikuti Anda pada social media. Mereka tidak hanya akan mendapatkan sesuatu yang eksklusif, mereka juga mendapatkan perasaan bahwa mereka mendapatkan hubungan spesial yang tidak dimiliki semua orang.

Jangan abaikan situs Anda
Sementara semua poin diatas berbicara tentang taktik situs social media, salah satu hal terpenting yang harus diingat adalah Anda dapat ‘menjadi sosial’ pada situs Anda. Hal-hal seperti blog dan forum adalah social media yang orisinil, jadi pastikan untuk merawat dan membuat konten yang baik yang akan memberikan performa yang baik di social media. Pada akhirnya, situs Anda adalah tools utama penjualan online Anda, maka perhatikanlah hal itu! Sementara aplikasi berusaha menggandeng social media seperti Facebook Connect atau Digg atau Twitter’s API untuk memanfaatkan benefit dari situs ini pada Anda.

    Membongkar Mitos SEO

    Seperti dalam bisnis, tidak ada hal yang konstan dan absolut dalam SEO. Tetapi dengan pengetahuan, Anda dapat menyingkirkan mitos-mitos tentang SEO sehingga dapat terhindar dari sia-sianya waktu dan tenaga Anda.

    Mitos tentang SEO yang mungkin paling merusak adalah jaminan kesuksesan. Ingatlah hal ini: SEO merupakan target bergerak dan target dengan jangka waktu tertentu, “jaminan” kesuksesan pada sebuah metode SEO telah terbukti tidak efektif. SEO dari tahun ke tahun terus berubah, malahan hitungannya makin sempit tidak cuma hitungan tahun tapi hitungan bulan.

    Keyword meta tags: setelah bertahun-tahun misteri menyelubungi keyword meta tags, yakinlah bahwa saat ini google tidak menggunakan data ini untuk menentukan hasil posisi pencarian. Meskipun Anda mungkin ingin menggunakan keyword meta tags sebagai referensi agar tetap terlacak dalam pengoptimalan halaman individu, jangan mengandalkan hal tersebut untuk merebut peringkat pertama yang sukar dipahami. Sebagai catatan, Yahoo! rupanya terus menggunakan keyword meta tags, meskipun Bing belum ada keputusan mengenai hal tersebut. Menjaga keyword meta tag mungkin menawarkan beberapa jaminan, namun hanya untuk berjaga-jaga jika saja suatu mesin pencari memasukkan faktor tersebut ke dalam algoritmanya.

    Meta descriptions : kembali ke tahun 2007 atau sebelumnya dan Anda akan menemukan hampir setiap SEO berbicara tentang panjang yang tepat untuk meta descriptions. Saat itu, meta descriptions yang ditampilkan pada SERPs selalu beberapa baris teks yang ditentukan oleh pemilik situs, tapi sekarang tidak lagi. Algoritma Google sekarang mengambil pencocokan baris / frase di halaman isi yang terkait dengan permintaan pencarian dan selektif dalam menampilkan bagian-bagian konten pada SERPs snippet. Pastikan untuk melakukan penelitian kata kunci Anda ketika mempersiapkan konten baru.

    Keyword Density: Pada titik tertentu dalam evolusi SEO, seseorang melihat bahwa mengikuti keyword density tertentu membantu dalam mengoptimalkan konten. Seperti yang Anda bayangkan, setiap SEO dari Maryland ke Marakesh mengangkat itu. Meskipun mungkin ada benarnya pada ide waktu itu (karena search engine spider dapat mendeteksi pola) namun hal tersebut berlaku sedikit merit hari ini. Memastikan halaman konten yang dioptimalkan termasuk kata kunci adalah penting – persentase yang sebenarnya (keyword density) yang lebih penting untuk pencari mitos ketimbang matematikawan sejati.

    Dynamic URLs: tiga besar mesin pencari telah membuat langkah besar dalam bagaimana mereka mengatur dynamic urls. Hasilnya adalah bahwa kekhawatiran pada duplikat konten (bencana bagi web-web besar) jauh lebih sedikit hari ini. Parameter yang paling sering digunakan dan dihindari (misalnya session ID, atribut produk) adalah “dikenal” oleh mesin pencari, sehingga tidak ada usaha ekstra yang diperlukan untuk mengkonversi mereka ke format SEO friendly. Termasuk canonical link tag dapat “meberi tahu” mesin pencari untuk mengindeks URL yang lebih disukai, bukan yang panjang, versi dinamis.

    Flash: Meskipun mesin pencari (Google khususnya) akan semakin baik dalam mengindeks konten yang terdapat dalam Flash, namun hal itu masih jauh untuk dituju. Dulu memiliki sebuah situs web full-Flash akan menghasilkan kinerja SERPs yang miskin, tetapi kenyataannya adalah bahwa menggunakan Flash dari dulu sampai sekarang memberikan Anda lebih sedikit pilihan untuk SEO jika dibandingkan dengan halaman yang kaya akan konten. Tapi itu tidak berarti SEO yang buruk. Anda dapat fokus pada faktor-faktor SEO lainnya, seperti membangun high authority link, dan mendapatkan hasil yang sama baiknya.

    Jangan paksa transaksi online terlalu cepat

    Jangan membuat website dengan paradigma sekali user berkunjung ke website Anda maka akan terjadi pembelian. Pada kondisi tertentu hal ini memang mungkin saja terjadi, namun biasanya paradigma seperti ini malah menjebak. Paradigma ini cenderung membuat Anda memaksa pembeli untuk melakukan transaksi terlalu cepat dan yang terjadi pada pembeli justru sebaliknya, mereka ragu dan menghindar.

    Mari kita lihat datanya :

    • Selama 3 periode, DotNet Invoice membukukan 450% lebih penjualan pada ‘pengunjung yang kembali’ dibanding pengunjung pertama kali
    • Lebih dari 1 tahun, JustBeachTowel membuat 770% lebih penjualan pada pengunjung yang kembali
    • Dalam jangka waktu sekitar 3 bulan, AWPCP membukukan 400% lebih penjualan pada pengunjung yang kembali
    • Dalam 2 bulan, CrazyEgg (kebetulan kami juga memakai layanan mereka) membukukan 1585% lebih penjualan pada pengunjung yang kembali

    Dari data diatas kita bisa lihat bahwa sebenarnya transaksi online terjadi bukan pada kunjungan pertama, melainkan pada kunjungan yang kesekian kalinya. Anda dapat melihat pada produk-produk digital sering menggunakan metode ini dengan mengatakan “Beli hari ini dan dapatkan harga Rp 25.000,- dari harga normal Rp 250.000,-”. Bisnis sering mengorbankan margin keuntungannya demi menjaring konsumen secepat mungkin, bahkan kalau bisa pada kunjungan pertama. Hal ini justru akan berakibat buruk. Kenapa tidak memberikan waktu pada konsumen untuk menimbang? Jika harga sebuah produk atau service dirasa cukup tinggi, konsumen pasti akan mencari perbandingan antara penjual satu dengan yang lainnya.

    Apalagi di era sosial media yang sedang booming, konsumen bukan saja mencari referensi perbandingan di beberapa toko saja, tapi konsumen juga mencari rekomendasi dari teman-temannya. Ini artinya strategi website Anda harus diubah. Jangan berekspektasi pengunjung langsung beli pada kunjungan pertama. Strategi website lebih diarahkan pada penjelasan produk yang lebih mengena, lebih jelas dan lebih menarik.